ads

ads

Slider

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5



Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengimbau peserta pemilu tak membawa atribut-atribut yang bersifat provokatif saat pendaftaran pemilihan presiden atau Pilpres pada 4-10 Agustus 2018.

Anggota Bawaslu Mochammad Affifudin mencontohkan, atribut #2019GantiPresiden adalah salah satunya yang bersifat provokatif.

Baca juga: Basmi Sampai Keakar-akarnya!! Kapolres Bolmong: Deklarasi Ganti Presiden Adalah Makar

"Tagar-tagar seperti itu seharusnya enggak usah dibawa, biar enggak membuat suasana panas," ujar Afif di kantor KPU RI, Jakarta pada Jumat, 3 Agustus 2018.

loading...

Afif menjelaskan, memang tidak ada aturan resmi dan sanksi yang ditetapkan jika mengacuhkan imbauan Bawaslu tersebut. Sebab, baru tahapan pendaftaran, belum masuk kampanye.

Namun, Bawaslu dan KPU akan membuat kesepakatan dengan semua partai peserta pemilu agar suasana tetap kondusif.

"Ini imbauan saja, agar proses pencalonan berjalan lancar dan suasana tetap kondusif," ujar dia.




Ketua KPU Arief Budiman pun mengatakan hal serupa. Dia berharap seluruh peserta pemilu mematuhi koridor yang diatur dalam UU Pemilu maupun Peraturan KPU.

"Jadi tidak mencela, menghina, dan jangan sampai ada kalimat yang memicu timbulnya pertikaian," ujar Arief di lokasi yang sama.

loading...

Dalam Pilkada Jawa Barat lalu, kaos bertuliskan #2019GantiPresiden yang dibawa salah satu pasangan calon sempat membuat ricuh saat debat calon Gubernur Jawa Barat di kampus Universitas Indonesia, Depok, 15 Mei lalu.

Pada akhir debat, pasangan usungan Gerindra-PAN-PKS yakni; Sudrajat-Syaikhu membentangkan kaus bertulisan “2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden”. Isu #2019GantiPresiden memang sedang ramai dibicarakan. Tagar ini kerap viral di media sosial. [tribun/ika]


Inilah Bukti bahwa Tagara #Ganti Presiden Ingin Merubah Ideologi Pancasila



Share/Bagikan Artkel ini..
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Top